Hai, ini postingan gue sebelum liburan mulai, dan kayaknya pas liburan gue bakal vakum bentar karena mulai persiapan belajar.
Pernah gak kalian ngerasain yang namanya ngerasa terkekang, dipaksa, dan dipenjara sama orang tua kalian? Gue yakin, kebanyakan orang pernah merasakan hal itu. Terutama makhluk yang namanya cewek.
"Pah, mau belajar kelompok."
"Jangan jauh-jauh/di rumah aja/pulang jam berapa/gak usah di rumah temen/kerjain sendiri aja/dll" banyak alasan orang tua untuk melarangnya.
Terkadang kalau dilihat dari sudut keegoisan kita, orang tualah yang bersalah. Mereka tidak percaya kepada anaknya, mereka terlalu berlebihan, mereka terlalu kolot, dan banyak pikiran lain yang bersarang.
Menurut gue, semua hal itu jangan hanya dilihat dari sisi egois kita, coba kita berpikir layaknya orang tua.
Kalo kita dapat berlian yang mahal harganya, apa kita akan memamerkannya tanpa perlindungan? Apa kita akan menyimpannya dengan asal? Apa kita akan membiarkan orang lain menyentuhnya? Apa kita akan membiarkan orang lain meminjamnya?
Bagi orang tua, anak itu bak berlian yang harus mereka jaga. Apa salah kalau orang tua kita khawatir? Apa salah kalau orang tua kita ketakutan melihat kita pergi jauh? Apa salah mereka ingin bersama anaknya lebih lama lagi? Apa salah mereka ingin melihat kita selama yang mereka bisa?
Gue rasa gak ada yang salah. Karena setiap orang tua pasti tahu bahwa, "suatu saat aku harus melepaskannya pergi"
Orang tua kita mungkin berfikir bahwa, sebelum mereka melepaskan kita, mereka ingin yang terbaik untuk kita. Orang tua kita selalu ingin kita menjadi orang yang bisa berdiri sendiri. Menjadi orang yang akan berdiri tegap di atas dunia ini, bukan orang yang akan diinjak oleh dunia ini.
Karena gue kelas 3 SMA, banyak masalah (bukan masalah beneran) anak-orang tua yang mulai terjadi. Maksudnya ada sedikit perdebatan yang hampir terjadi di semua kalangan.
Banyak anak-anak SMA yang merasa bahwa pilihan mereka tidak sejalan dengan orang tuanya. Misalkan
"Mimpi aku mau masuk Univ A"
"Aduh nak, lebih baik ambil Univ B, ayah/ibu maunya kamu di Univ B"
Dan hal-hal kayak gitu yang kadang menimbulkan perseteruan.
Banyak dari kita merasa bahwa orang tua kita membunuh mimpi kita, mereka sok tahu, mereka gak adil.
(Gue juga pernah ngalamin hal kayak gitu)
Tapi sekarang akhirnya gue sadar, gue udah nemu realitanya. Buat orang tua kita, masa depan kita itu selalu penting. Karena orang tua mana yang mau meninggalkan anaknya hidup di dunia ini dalam keadaan sengsara (kecuali orang tua yang memang secara mental diakui tidak masuk dalam kategori sehat).
Kenapa kita gak nurut aja sama orang tua kita? Karena seberapa pun pintarnya kita, cerdasnya kita, beruntungnya kita, tanpa restu orang tua apa yang kita ambil gak berkah. Karena ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
Selain itu seberapapun hebat mimpi kita, sesempurna apapun mimpi kita, se-rapih apapun rencana kita untuk masa depan kita, Allah selalu punya rencana terindah untuk umatnya.
Yang menurut kita baik, benar, dan sempurna, belum tentu hal yang baik buat kita di mata Allah.
Menurut gue lagi, gak ada salahnya kita menyenangkan hati orang tua kita (walaupun dalam hati kita sakit) selagi mereka masih hidup. Jadilah orang yang berhasil yang dapat membuat orang tua kita tersenyum.
Anggaplah ini balas budi untuk semua yang telah orang tua kita lakukan (walaupun tidak seberapa bagi mereka)
Seringkali kita membuat orang tua kita sakit hati, menahan marah, kesal, bahkan menangis sedih. Tapi sudahkah kita membuat orang tua kita bangga dan tersenyum?
Gue mungkin belum bisa sampai tahap itu sekarang, tapi gue HARUS, dan PASTI akan membuat orang tua gue MENANGIS BAHAGIA dan TERSENYUM.
Mimpi bisa dikejar selagi kita hidup, kebahagiaan bisa diraih sendiri kapan pun kita mau, harta dan kekayaan bisa di dapat dari mana saja, tapi senyum orang tua kita hanya bisa kita lihat saat mereka masih hidup :)
Jadi mari kita mulai berhenti memikirkan diri sendiri, berkorban untuk orang yang kita sayangi, dan berbakti pada orang tua.
Penyesalan datang di akhir.
Bye~
NB: Kalian boleh bilang gue sok tahu, tapi gue emang udah ngerasain semua, dari mulai pertama, sampai yang terakhir gue tulis. Kalau kalian udah ngerasain hidup jauh dan tanpa orang tua, gue yakin kalian pasti ngerti :)
No comments:
Post a Comment