Hari ini aku terdiam, terlintas dalam benakku, satu kata yang selalu kutemukan dimanapun, namun masih tak kuketahui artinya hingga saat ini.
C.I.N.T.A
Seberapapun jauhnya kau pergi, kapanpun, dalam dimensi manapun, kau akan selalu menemui kata-kata itu.
Bahkan ketika dunia ini dalam kebahagiaan, kemirisan, peperangan, hampir binasa sekalipun.
Hari ini aku duduk terdiam menatap bukuku, aku kembali membaca tentang hal itu, CINTA. Berapa kalipun aku melarang diriku sendiri untuk membacanya, aku tetap kembali membacanya, seolah kata-kata itu menarikku, dan mengajakku untuk menyelami apa artinya itu.
Kau tahu, sudah banyak kata-kata yang kubaca tentangnya. Tak hanya sekedar kata-kata, berbuku-buku telah habis kulahap, namun aku tetap tak menemukan hal yang kucari. Hal yang ingin kumengerti tentang itu.
Setelah kusimpulkan, aku mulai berfikir berdasarkan teori yang telah kubaca dan kubandingkan dengan diriku,
"Cinta adalah ketika kau merasa tak bisa melepaskan seseorang dan ingin selalu bersamanya"
Jujur, aku belum pernah merasakannya. Aku selalu membiarkan semua orang datang dan pergi, karena itulah siklus kehidupan. Dan aku melakukan hal itu sejak aku mulai kehilangan orang-orang disekitarku, dan aku tak akan menyalahkan siapapun.
"Cinta adalah ketika kau dapat melakukan sesuatu di luar logikamu, bahkan rasa sakitpun tak kan kau rasa ketika kau begitu mencintainya"
Sakit, masih tetaplah sebuah rasa sakit bagiku. Tak ada sakit menjadi manis karena orang lain. Hanya aku yang dapat membohongi perasaanku sendiri.
"Cinta adalah ketika kau tersenyum melihat orang yang kau cinta bahagia meski kau tersakiti"
Aku tersenyum kepada semua orang, meski aku merasa sakit. Dan itu bukan berarti aku mencintai mereka semua.
"Cinta adalah ketika kau selalu membayangkannya di dalam benakmu"
Apakah ketika aku membayangkan orang-orang yang mencaci makiku itu berarti aku mencintainya?
Banyak orang merasa mengerti dan memahami apa artinya itu. Bahkan mengatas namakan cinta atas perbuatan mereka. Entah, aku masih tak mengerti mengapa bisa seperti itu.
Terkadang ketika aku melihat bayangan sosok lain di langit-langit kamarku, aku bertanya "Apakah itu cinta?"
Tak ada jawaban, karena bayangan hanyalah bayangan dan aku hanya dapat terdiam.
Ketika seseorang sangat ingin memiliki orang lain, apakah itu dapat disebut cinta? atau hanya nafsu belaka? entahlah.
Lalu apa bedanya cinta dan nafsu?
Aku kembali terdiam.
Ketika dengan melihatnya saja aku merasa cukup, apakah itu cinta? entah
C.I.N.T.A
Satu fenomena dari banyak fenomena yang sulit kita artikan di dunia ini, banyak dengan kata-kata terindah, tertinggi, tersulit sekalipun.
Dan aku pun hanya dapat bersimpuh, dan menengadahkan tanganku, meminta, memohon, dan memelas kepada-Nya
"Tuhan, jagalah aku dari segala cinta duniawi yang sesaat, dan tunjukkan aku pada cinta-Mu yang nyata dan abadi. Dan pertemukanlah aku dengan orang yang dapat membawaku pada cinta-Mu"
Amiin
Meski masih belum terjawab, aku hanya dapat berasumsi, mungkin saat ini belum tepat untukku merasakan hal itu.
Mungkin suatu hari...........
Love,
Ami xx
No comments:
Post a Comment